Bantu Saudara Kita di Afrika Melalui Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap

Bencana kelaparan di Afrika bukanlah suatu kondisi yang baru berjalan beberapa bulan. Sejak terjadinya kekeringan dahsyat di Tanduk Afrika pada 2011. Lebih dari 20 juta orang di beberapa wilayah Afrika seperti Djibouti, Eritrea, Etiopia, dan Somalia mengalami kekurangan pangan serius. Akibat bencana ini, kelaparan parah, kekurangan nutrisi, dan kematian menjadi mimpi buruk bagi masyarakat di daerah tersebut. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena bencana kelaparan yang terjadi.

Bencana kelaparan ini juga diiringi dengan kelangkaan air bersih di wilayah-wilayah Afrika. Saat ini, ketersediaan air bersih di Afrika tidak mampu memenuhi kebutuhan 50 persen populasi mereka. Kurangnya air bersih menyebabkan penyakit yang diakibatkan air yang tercemar seperti kolera menjadi hal yang umum.

Kondisi ini semakin diperparah dengan perang yang telah berlangsung selama dua dekade. Peperangan, kekerasan, dan kerusakan melumpuhkan kemampuan masyarakat untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka. Peperangan juga menjadikan akses bantuan yang datang dari luar negeri sulit menyentuh daerah bencana. Rangkaian kondisi-kondisi tersebut menjadikan bencana kelaparan di Afrika sebagai kondisi krisis pangan terparah sepanjang tujuh dekade terakhir.

Menanggapi kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap yang telah berdiri sejak tahun 2005 di Indonesia tergerak untuk mengadakan program atasi kelaparan Afrika. Program ini merupakan bentuk bantuan kemanusiaan yang dirangkum dalam Kapal Kemanusiaan. Kiprah ACT yang telah menjangkau berbagai negara di seluruh belahan dunia menjadikan ACT sebagai lembaga kemanusiaan skala global.

Dalam menjalankan programnya, ACT secara terbuka membuka peluang kepada seluruh masyarakat untuk berperan secara aktif dan mengambil bagian dalam program kemanusiaan ini sebagai relawan. Melalui program “Kapal Kemanusiaan”, ACT bersama para relawan memberikan bantuan kesehatan kepada korban bencana agar dapat membantu menanggulangi kasus malnutrisi dan komplikasi penyakit yang rentan terjadi di daerah bencana. Di samping itu, ACT juga berupaya menekan angka korban jiwa karena kelaparan agar tidak semakin meningkat. Selain itu, ACT juga melakukan pendampingan kepada anak-anak sehingga dapat mengurangi atau mengantisipasi dampak stres akibat bencana.

Selain membuka kesempatan berperan aktif sebagai relawan, ACT juga memfasilitasi mereka yang ingin jiwa kemanusiaannya merasa terpanggil namun memiliki keterbatasan waktu untuk dapat berkontribusi sebagai donatur. ACT telah menghimpun banyak dana kemanusiaan untuk membantu menangani bencana kelaparan di Afrika. Saat ini, ACT telah memiliki ratusan ribu donatur yang siap memberikan donasi berupa rupiah untuk membantu kondisi korban bencana kelaparan di Afrika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *