Gimana Cara Belajar Membuat Graffiti Di Tembok?

Suka buat graffiti? Itu loh seni untuk menggambar di tembok. Kamu bisa membuat komposisi warna maupun teks menjadi gambar yang menarik.
Kalau ditilik dari sejarahnya, grafiti ini sudah tergolong tua. Karena sejak zaman Mesir kuno sudah ditemukan grafiti di dinding piramida. Dalam perkembangannya kemudian, grafiti ini digunakan sebagai cara untuk mengkspresikan protes. Dimulai dari zaman Romawi, saat itu banyak muncul grafiti yang berisi protes terhadap pemerintahan di masa itu.

Nah kalau sekarang, graffiti ini mudah ditemukan di dinding-dinding tembok. Umumnya pelaku seni grafiti ini adalah anak-anak muda. Mereka mengekspresikan diri melalui tulisan dan gambar di tembok.

Sebetulnya grafiti itu tak sekedar corat-coret biasa. Tapi sebuah aliran seni yang memang menjadikan dinding tembok sebagai medianya.

Kalau kita lihat dalam artikel graffiti artist Indonesia, banyak film yang sudah memunculkan fenomena ini. Seperti di film Style Wars yang dirilis di tahun 1980-an. Di film tersebut diperlihatkan bagaimana seni graffiti ini dilakukan di New York, kota di negeri Paman Sam itu.

Kalau yang lebih kekinian, kamu bisa tonton film Mutiny of Colours. Film itu diluncurkan tahun 2016 lalu dan bercerita mengenai perkembangan budaya graffiti di negara Iran.

Film keren lainnya yang bisa menjadi referensi kamu yang minat dengan graffiti adalah Exit through the Gift Shop, Vigilante Vigilante dan banyak lagi lainnya. Dari film-film itu kamu bisa belajar bagaimana perkembangan graffiti di negara-negara lain.

Lalu bagaimana dengan graffiti artist Indonesia?

Kalau melihat sejarahnya, graffiti di tanah air ini mulai muncul sejak zaman perlawanan melawan penjajahan. Pernah menonton film-film bertema perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda?

Kalau iya kamu mungkin akan bisa melihat graffiti seperti yang bertuliskan “Merdeka atau Mati!” yang tertulis di tembok-tembok. ketika itu graffiti berfungsi sebagai sarana untuk menggelorakan semangat melawan penjajah. Jadi peran graffiti ini cukup penting. Sedikit banyak, lewat media ini, rakyat Indonesia ikut bergelora semangatnya untuk mengusir penajajah dari bumi pertiwi ini.

Kalau kamu ingin belajar membuat graffiti, sebaiknya ikut komunitas penggemar graffiti ini. Biar apa yang kamu pelajari ini bisa lebih terarah. Jadi tak asal corat-coret tembok secara sembarangan, tapi kamu bisa lebih dalam. Mulai dari basic gimana membuat graffiti yang baik hingga bahan-bahan apa saja yang diperlukan. Termasuk teknik cara menggambar yang dilakukan.

Banyak kok komunitas graffiti di Indonesia ini. kamu bisa coba cari yang sudah terbentuk di kotamu. Misalnya belum ada, kamu bisa coba bentuk sendiri dengan mengumpulkan kawan-kawan yang memiliki hobi sama. Atau bisa juga dengan “numpang” lebih dulu ke komunitas grafiti yang ada di kota terdekat. Jadi kamu bisa ikut menimba ilmu di sana serta berusaha mengaplikasikannya untuk komunitas graffiti di kotamu.

Kalau untuk kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor biasanya sudah ada komunitas semacam ini. Kalau sudah ada, akan lebih mudah bagi kamu untuk belajar. Sebab kamu tinggal gabung saja.

Tugas para seniman graffiti di manapun saat ini adalah perlu mengubah persepsi masyarakat yang memandang graffiti itu adalah kegiatan vandal. Untuk itu, kamu perlu wadah yang tepat dengan bergabung di komunitas tersebut. Sambil tentu menyuarakan karya-karyamu itu di tembok-tembok yang tepat. Maksudnya tembok yang kamu sudah memperoleh ijin agar bisa menggambar di sana.

Kamu bisa coba cari juga di online orang-orang yang berminat dengan graffiti. Seperti di website GoAheadPeople.com yang menjadi wadah anak muda untuk menyalurkan ekspresi seninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *